KIM Kemuning Mandiri — Pemerintah Kota menyelenggarakan Lomba Kelurahan tingkat kota yang mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat Sejahtera melalui Belanja Desa dan Kelurahan yang Berkualitas”. Kegiatan yang diikuti Kelurahan Kemuning ini digelar untuk mendorong transparansi, efektivitas, dan dampak sosial dari penggunaan anggaran di tingkat kelurahan, Senin (09/03/2026).
Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dinas terkait, panitia teknis, serta perwakilan kelurahan peserta. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar perlombaan administratif, melainkan ajang evaluasi praktik terbaik (best practice) dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban belanja kelurahan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin melihat bagaimana setiap kelurahan menerjemahkan anggaran menjadi program yang berdampak—mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur skala kecil, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Ketua Panitia. “Penilaian akan menitikberatkan pada kualitas perencanaan, partisipasi masyarakat, transparansi pengelolaan keuangan, dan keberlanjutan hasil pembangunan.”
Kriteria Penilaian dan Bentuk Kegiatan
Panitia menetapkan beberapa kriteria utama: perencanaan partisipatif, kepatuhan administrasi, penggunaan dana yang efisien, serta bukti nyata manfaat bagi masyarakat. Tim penilai melakukan verifikasi dokumen, wawancara dengan perangkat kelurahan, serta peninjauan lapangan untuk memastikan klaim program benar-benar terealisasi.
Bentuk-bentuk program yang mendapat perhatian khusus antara lain:
- Pembangunan atau perbaikan fasilitas umum (jaringan jalan kecil, posyandu, ruang belajar masyarakat).
- Program pemberdayaan ekonomi lokal (pelatihan usaha mikro, support kelompok tani/perempuan).
- Inovasi transparansi anggaran (portal publik, papan informasi realisasi anggaran, mekanisme pengaduan warga).
Suara dari Lapangan
Seorang lurah peserta mengatakan lomba ini mendorong kelurahannya untuk lebih serius melibatkan warga sejak tahap perencanaan. “Sebelumnya kami sering membuat usulan berdasarkan asumsi; sekarang kami mengadakan musyawarah rencana kelurahan yang melibatkan RT/RW dan kelompok masyarakat sehingga program lebih tepat sasaran,” kata lurah tersebut.
Warga penerima manfaat memaparkan perubahan nyata: ruang posyandu yang direnovasi memudahkan ibu-ibu membawa balita untuk pemeriksaan, sementara pelatihan usaha kecil membantu beberapa keluarga menambah penghasilan.
Harapan dan Tindak Lanjut
Pemerintah kota berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik bagi perbaikan tata kelola keuangan di tingkat kelurahan secara berkelanjutan. Selain penghargaan bagi pemenang, panitia berencana mendokumentasikan praktik terbaik untuk direplikasi di kelurahan lain dan mengadakan lokakarya berbagi pengalaman.
Penanggung jawab bidang pemerintahan desa menegaskan pentingnya kesinambungan: “Penghargaan hanyalah awal. Yang terpenting adalah kelurahan terus mempertahankan praktik berkualitas dalam pengelolaan anggaran sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat.”
Lomba Kelurahan dengan tema belanja berkualitas ini diharapkan tak hanya menghasilkan juara, tetapi juga mendorong transformasi nyata: belanja kelurahan yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik sebagai instrumen mempercepat kesejahteraan masyarakat. (HF-KIMKemuning)