Ada hacker di grup chat! Fakta atau Hoax? Lagi rame nih…
- Jun 03, 2025
- KIM Kemuning Mandiri
- HOAX
KIM KEMUNING MANDIRI – Beberapa hari belakangan grup platform WhatsApp mendadak ramai dengan pesan berantai yang meminta anggota untuk waspada terhadap "chat audio".
Ajakan waspada chat audio itu bahkan sudah disebar ke banyak grup WA maupun individu, terlihat dari keterangan "forwarded many times" yang muncul di atas chat.
Jika chat audio itu diklik, saldo rekening bank korban disebut bisa terkuras atau korban dapat terjebak modus pinjam uang.
Isi dari pesan berantai tersebut, salah satunya seperti di bawah ini:
Lantas, apakah informasi ini benar adanya?
Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, ada indikasi pesan berantai tersebut adalah hoaks.
Alfons Tanujaya menyebutkan jika itu hanya fitur baru WhatsApp bernama "voicechat".
Voice chat sendiri merupakan fitur yang berfungsi untuk memulai percakapan suara langsung dengan mudah, memungkinkan semua anggota grup WA untuk bergabung atau keluar kapan saja. Obrolan ini juga sudah terinkripsi end-to-end, mengutip laman resmi WhatsApp.
Alfons bilang, dalam kasus ini, pengguna WA kemunginan tidak sadar mengklik tombol fitur voice chat, sehingga menimbulkan kepanikan, dan memang benar admin tidak bisa mematikan. Kendati begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Alfons menambahkan, tidak ada kelemahan pada fitur voice chat WhatsApp yang disalahgunakan hacker untuk melancarkan serangan siber.
“Menurut saya ini bukan kelemahan di audio chat grup Whatsapp. Melainkan fitur standar saja. Jadi kalau memang ada chat audio di grup, ya memang akan muncul tombol bergabung, dan menurut saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari audio call tersebut sepanjang anggotanya terpercaya,” kata Alfons dilansir dari sejumlah laman, Selasa (3/6/2025).
Lebih lanjut Alfons mengatakan, berbeda cerita jika ada salah satu anggota grup kena hack. Ini yang bisa berbahaya.
Misalnya, ada anggota grup WA yang kena hack, lalu dia melakukan panggilan WA dan menyampaikan informasi palsu, seperti mengirimkan tautan trojan, APK atau sejenisnya. Kemudian, anggota grup lain percaya dan mengeklik tautan tersebut dan menjadi korban.
“Itu bukan sistem WA-nya, melainkan karena akun WA member grup yang berhasil diretas dan digunakan untuk rekayasa sosial,” kata Alfon.
"Tidak ada yang kalau mengetuk tombol bergabung lalu masuk grup dan susah keluar. Kalau dimasukkan grup malah kita dengan mudah menolak bergabung dan bisa keluar kapan saja dan kita bisa memblokir orang yang sembarangan mengundang kita ke grup, atau malah membatasi siapapun yang ingin memasukkan kita ke grup," tutupnya.
Jadi ikon yang semula berbentuk gagang telepon berubah menjadi “balon” dengan 3 garis panjang di dalamnya adalah perubahan ikon—setelah kita menyegarkan (update) WhatsApp terbaru. Sebab ketidaksengajaan, ikon tersebut terketuk sehingga melakukan panggilan grup. Jadi, ada baiknya setelah kita membaca chat, kita kunci layar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun begitu, kita memang harus waspada terhadap semua yang berhubungan dengan teknologi masa kini, sebab tak hanya memudahkan namun juga bisa jadi musibah. (HF-KIMKemuning).
Sumber:
Chat Audio di WhatsApp: Tempat Ngobrol untuk Semua Ukuran Grup
FTNews: Chat Audio Hacker di Grup WhatsApp Bisa Kuras Saldo Rekening? Ini Kata Pakar! | Penulis: Kesuma Ramadhan
Apa Guna Chat Audio di Grup WhatsApp, Yuk Simak Penjelasannya Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus