Kelurahan Kemuning Gerak Cepat: Rencana Paving Jalan RT 19 Hingga Penataan Ulang Pasar Jalan Jati

  • Apr 13, 2026
  • Muhammad Hizbul Anwar
  • PEMBANGUNAN, KEGIATAN KELURAHAN, LPM

KIM KEMUNING MANDIRI — Suasana produktif menyelimuti Kantor Kelurahan Kemuning pada Senin siang (13/4). Dua agenda besar dibahas secara maraton demi menjawab aspirasi warga, mulai dari perbaikan akses jalan hingga penataan pasar yang selama ini menjadi perhatian publik. Rapat yang dipimpin langsung oleh Lurah Kemuning ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari Ketua RW, LPM, hingga unsur TNI-Polri.

Kabar gembira pertama datang bagi warga di lingkungan RT 19. Dalam forum Pra Musrenkel terkait pemanfaatan Dana Kelurahan (DAU), disepakati bahwa prioritas utama pembangunan fisik tahun ini jatuh pada pengerasan jalan atau pemasangan paving blok. Langkah ini diambil setelah menyaring berbagai usulan yang masuk dari masyarakat bawah.

Rencananya, jalan sepanjang 130 meter dengan lebar sekitar 3 meter di RT 19 akan segera dipoles agar lebih nyaman dilewati. Pihak Kelurahan menegaskan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kecukupan anggaran. Strategi unik pun disiapkan: jika anggaran terbatas, panjang jalan tetap diprioritaskan namun lebarnya akan menyesuaikan secara proporsional.

“Kita ingin memastikan manfaat pembangunan ini benar-benar dirasakan langsung. Jika nanti ada kelebihan anggaran dari proyek di RT 19, sisanya tidak akan sia-sia. Dana tersebut akan dialihkan untuk pengerasan gang di RT 03 menuju akses sumur air alami di Jalan Sintuk Ujung,” ujar salah satu peserta rapat dengan penuh semangat.

Selain infrastruktur, pembahasan bergeser ke isu hangat mengenai keberadaan Pasar Pagi di Jalan Jati. Memasuki pukul 15.00 WITA, suasana rapat tampak lebih serius namun tetap persuasif. Hal ini dipicu oleh surat peringatan kedua yang diterima pihak kelurahan terkait larangan berjualan di badan jalan yang seringkali mengganggu arus lalu lintas.

Pemerintah kota melalui Satpol PP telah memberikan sinyal tegas agar area tersebut segera ditertibkan. Namun, alih-alih melakukan penggusuran paksa, Kelurahan Kemuning memilih jalan dialogis. Pengelola pasar, Bapak Haris, sepakat untuk mulai mengarahkan para pedagang kembali masuk ke lokasi semula, yakni di lahan kosong milik Bu Wiwiek di Jalan Jati Ujung.

Keputusan ini diambil sebagai solusi jalan tengah agar aktivitas ekonomi warga tetap berdenyut tanpa melanggar aturan daerah. Bagi pedagang yang keberatan masuk ke lokasi tersebut, pemerintah sudah menyiapkan opsi untuk bergabung di Pasar Bauntung yang fasilitasnya jauh lebih representatif dan resmi.

Langkah persuasif ini akan langsung dibuktikan di lapangan pada Selasa pagi. Lurah Kemuning beserta staf, didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Ketua RW setempat, dijadwalkan akan turun langsung ke Pasar Jalan Jati sekitar pukul 09.00 WITA. Kehadiran mereka bukan untuk menindak, melainkan menyampaikan saran dan solusi terbaik bagi para pedagang.

Tak hanya sekadar sosialisasi, aksi nyata berupa gotong royong juga akan digelar besok siang pukul 11.00 WITA. Pihak pengelola pasar berkomitmen untuk membersihkan lokasi agar area dagang di samping rumah Bu Wiwiek siap digunakan kembali dengan lebih bersih dan tertata. Kesadaran kolektif ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan publik tanpa mematikan rezeki pedagang kecil.

Di sela-sela rapat, dibahas pula mengenai perencanaan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk tahun anggaran 2027. Kelurahan Kemuning berencana menyelaraskan pembangunan dengan program penanganan sampah yang menjadi isu krusial di masa depan. Tak lupa, apresiasi diberikan kepada warga melalui penetapan RT Percontohan yang paling tertib dalam penyampaian SPPT PBB-P2.

Semangat gotong royong yang terpancar dari dua rapat besar ini menjadi bukti bahwa komunikasi adalah kunci pembangunan. Kelurahan Kemuning terus berupaya menjadi rumah yang nyaman bagi warganya, baik dari segi fasilitas jalan yang mulus maupun tata ruang pasar yang manusiawi. (Aan/HF/KIMKemuning)