Lawan Stunting dari Dapur, Pokmas Batuah Gelar Pelatihan Masak Makanan Bergizi di Kelurahan Kemuning
- Oct 14, 2025
- KIM Kemuning Mandiri
- KEGIATAN WARGA, KEGIATAN KELURAHAN, PELATIHAN
KIM KEMUNING MANDIRI — Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu hamil terus digalakkan di tingkat akar rumput. Kali ini, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Batuah menyelenggarakan pelatihan memasak makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil yang berlangsung di Aula Kelurahan Kemuning, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan dari hari Selasa hingga Rabu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 ini menyasar 30 peserta yang merupakan perwakilan kader dari empat Posyandu dan anggota TP-PKK Kelurahan di wilayah Kemuning. Selama dua hari, para ibu tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan teori gizi hingga praktik mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang menggugah selera.
Pantauan di lokasi, suasana aula berubah menjadi dapur umum yang penuh semangat. Aroma harum tumisan sayur dan kaldu ikan memenuhi ruangan saat para peserta mulai mempraktikkan resep-resep yang diajarkan. Mengenakan celemek lengkap, para ibu ini saling berbagi tugas, ada yang memotong sayur, menghaluskan bumbu, hingga mengatur porsi makanan sesuai kebutuhan gizi balita.
Ketua Pokmas Batuah menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk realisasi program pemberdayaan masyarakat untuk memastikan pemenuhan gizi keluarga tetap terjaga. Pelatihan ini sengaja dirancang secara praktis agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di rumah masing-masing maupun dibagikan kepada warga lain di lingkungan Posyandu.
Hadir sebagai narasumber utama, Nany Suryani, S.Gz., M.Biomed, seorang pakar gizi sekaligus dosen Program Studi S1 Gizi STIKes Husada Borneo. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya variasi menu agar anak tidak bosan dan asupan nutrisi makro maupun mikro terpenuhi secara seimbang.
"Masakan untuk balita dan ibu hamil sebenarnya tidak perlu mahal. Kuncinya ada pada pemilihan bahan lokal yang segar dan cara pengolahan yang benar agar kandungan gizinya tidak rusak saat dimasak," ujar Nany di sela-sela kegiatannya mendampingi peserta praktik.
Menurutnya, masalah stunting sering kali berawal dari kurangnya pengetahuan tentang cara mengombinasikan protein hewani dengan zat gizi lainnya. Melalui pelatihan ini, ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka untuk memutus rantai kekurangan gizi kronis pada anak.
Di sisi lain, Lurah Kemuning, Dony Fajar Saputra, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dijalankan oleh Pokmas Batuah. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan akademisi sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di wilayah tersebut.
"Kami ingin anggaran DAU ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Bukan sekadar seremonial, tapi ada output nyata berupa peningkatan keterampilan ibu-ibu dalam menjaga kualitas konsumsi pangan keluarga," katanya.
Acara ditutup dengan prosesi penyerahan bantuan peralatan masak secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyerahan dilakukan langsung oleh Camat, Lurah, Ketua LPM, serta narasumber. Pemberian alat masak ini diharapkan dapat memotivasi para kader Posyandu untuk lebih rutin mengadakan demo masak sehat di wilayah masing-masing sebagai langkah berkelanjutan pasca-pelatihan. (HF/KIMKemuning)