Perwakilan Kelurahan Kemuning Semarakkan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur di Banjarbaru
- Mar 15, 2026
- Muhammad Hizbul Anwar
- KEGIATAN WARGA, WARTA KOTA, KEGIATAN KELURAHAN
KIM Kemuning Mandiri – Perwakilan masyarakat Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur yang digelar dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat selama Ramadhan, Sabtu (14/3/2026).
Festival yang bertemakan "Pesona Elok Ramadhan 2026" diikuti oleh berbagai perwakilan kelurahan di Kota Banjarbaru ini menampilkan beragam kreativitas warga, mulai dari pembuatan tanglong atau lampion bernuansa Islami hingga penampilan kelompok bagarakan sahur yang membawakan musik tradisional untuk membangunkan masyarakat sahur.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan Kelurahan Kemuning hadir bersama unsur perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat. Tampak hadir Lurah Kemuning, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para ketua RT yang memberikan dukungan langsung kepada para peserta dari wilayah tersebut.
Kehadiran para tokoh masyarakat ini menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas warga sekaligus upaya mendorong pelestarian tradisi budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Banjar.
Lurah Kemuning dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi hiburan selama Ramadhan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sosial yang penting bagi masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi semangat dan partisipasi masyarakat Kelurahan Kemuning dalam kegiatan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur ini. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus diikuti oleh masyarakat Kemuning pada tahun-tahun mendatang agar tradisi budaya daerah tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Kemuning juga menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap pelestarian budaya lokal.
"Festival seperti ini sangat positif karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreativitas sekaligus memperkenalkan kembali tradisi tanglong dan bagarakan sahur kepada generasi muda,” ungkapnya.
Festival Tanglong sendiri merupakan tradisi yang identik dengan bulan Ramadhan di Kalimantan Selatan. Tanglong yang dibuat peserta biasanya berbentuk lampion dengan berbagai desain bernuansa Islami, seperti miniatur masjid, kaligrafi, maupun ornamen religi lainnya.
Selain itu, penampilan bagarakan sahur dengan alat musik sederhana turut menambah semarak suasana festival. Tradisi ini dikenal sebagai cara masyarakat membangunkan warga untuk makan sahur dengan iringan bunyi-bunyian yang khas dan penuh semangat.
Antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut terlihat cukup tinggi. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan langsung berbagai karya tanglong serta penampilan kelompok bagarakan sahur dari berbagai kelurahan di Banjarbaru.
Melalui kegiatan ini diharapkan tradisi tanglong dan bagarakan sahur dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (Aan/KIMKemuning)